Mendaftarkan CCIT Pada Indeksasi COPERNICUS

Image result for kepanjangan index copernicus jurnal


Index Copernicus International adalah platform khusus internasional untuk mempromosikan pencapaian ilmiah, serta mendukung kolaborasi nasional dan internasional antara ilmuwan, penerbit jurnal ilmiah dan entitas ilmiah. Minat yang tumbuh dalam database Daftar Guru ICI, jumlah aplikasi dan jumlah jurnal yang belum memenuhi kriteria yang diperlukan untuk pengindeksan, telah mengilhami kami untuk membuat database global jurnal ilmiah World ICI of Journal. Daftar Master Jurnal ICI tetap menjadi basis data indeks jurnal ilmiah yang telah mengalami proses evaluasi multiparametrik.

Dunia Jurnal ICI mengumpulkan informasi mengenai jurnal ilmiah dari berbagai sumber. Dengan demikian, kami berbagi informasi yang komprehensif mengenai ruang lingkup kegiatan jurnal, kantor editorial dan artikel yang diterbitkan oleh jurnal ilmiah. Jurnal internasional dari seluruh dunia dapat mendaftar di ICI World of Journal – sistem yang berdedikasi telah tersedia untuk mengelola Journal’s Passport.

Creative Communication and Innovative Technology Journal (CCIT Journal) sendiri sudah terindeks kedalam Copernicus dan bisa dilihat pada gambar berikut

Klik Here to Indexing COPERNICUS

Creative Communication and Innovative Technology Journal (CCIT Journal)

Daftar Lembaga Pengindeks yang ada di ARJUNA, terdapat 23 Indeksasi Jurnal ARJUNA dan Indeksasi Jurnal yang di luar ARJUNA. Journal CCIT sudah memiliki Indeksasi antara lain;

ARJUNA : Terdapat 4 Indeksasi 
Bukan ARJUNA : Terdapat 2 Indeksasi

 

 

Laporan Hasil Usaha Entrepreneurship Final UAS

Buatlah Laporan Hasil Usaha Selama Melakukan Kegiatan Usaha Dalam Mata Kuliah Entrepreneurship. Laporan Hasil Usaha tsb, dibuat Lengkap. Referensi bisa dibrowse di internet untuk contoh draft laporannya. Disubmit dalam assignment ini, bisa dlm bentuk link dropbox atau IME. Secara Hardcopy dikumpulkan perkelompok. Yang Tidak Mengumpulkan, maka tidak mendapat nilai UAS. Karena Entrepreneurship ini tidak diadakan UAS, maka Laporan ini dimasukan untuk nilai UAS.

Point-point yang harus ada diantaranya :

1. Hal-hal mendasar tentang usaha seperti pada proposal usaha (DISINI)

2. Laporan Sirkulasi Keuangan (Rugi Laba, Omzet Setiap kali penjualan)

[pe2-image src=”https://lh3.googleusercontent.com/-3hhdxmc2UKI/V2K5K_tW2mI/AAAAAAAAD7I/sZyNrgwGB1orIfdCVKTkecCjaK8iQ0yTACHM/s144-c-o/IMG_3414.PNG” href=”https://picasaweb.google.com/109747433625033323554/6296798826786782513#6296798827568880226″ caption=”” type=”image” alt=”IMG_3414.PNG” pe2_single_image_size=”w500″ pe2_img_align=”center” ]

3. Testimoni Dalam bentuk print screen

[pe2-image src=”https://lh3.googleusercontent.com/-aa9FrWe8Z1o/VwcuE8nQDzI/AAAAAAAADIU/Ke4x1mCy7sgKioUJwPGwC1V0qGgrv_mFACHM/s144-c-o/5e0d4efe-cfbc-413e-9f72-17f8c6c92d03″ href=”https://picasaweb.google.com/109747433625033323554/4816#6271031668661817138″ caption=”5e0d4efe-cfbc-413e-9f72-17f8c6c92d03″ type=”image” alt=”5e0d4efe-cfbc-413e-9f72-17f8c6c92d03″ pe2_single_image_size=”w500″ pe2_img_align=”center” ]

 [pe2-image src=”https://lh3.googleusercontent.com/-e-4oBDIyD10/VwcuEw_st2I/AAAAAAAADIU/O7MnRYCAQo0ViemnwAEG1nhY0xN5vBOHQCHM/s144-c-o/8a0ff765-b2e0-4cf7-93b6-4abf32f3c983″ href=”https://picasaweb.google.com/109747433625033323554/4816#6271031665543133026″ caption=”8a0ff765-b2e0-4cf7-93b6-4abf32f3c983″ type=”image” alt=”8a0ff765-b2e0-4cf7-93b6-4abf32f3c983″ pe2_single_image_size=”w500″ pe2_img_align=”center” ]

4. Dokumentasi Kegiatan Penjualan

[pe2-image src=”https://lh3.googleusercontent.com/-W6lZXyCAEiY/V2PG0-E9vzI/AAAAAAAAD8U/5G0UTbSQifssdgcPp-8D-C5eW3vdpIjdQCHM/s144-c-o/061cdb9e-56a1-4b61-bc7e-892dec9b5d0b” href=”https://picasaweb.google.com/109747433625033323554/6297095316661200353#6297095317313404722″ caption=”061cdb9e-56a1-4b61-bc7e-892dec9b5d0b” type=”image” alt=”061cdb9e-56a1-4b61-bc7e-892dec9b5d0b” pe2_single_image_size=”w500″ pe2_img_align=”center” ]

5. Print Screen2 Kegiatan Promosi Baik Via Medsos Or Misal Brosur dll

[pe2-image src=”https://lh3.googleusercontent.com/-thhLDl3Vv6g/V05PUBr3gUI/AAAAAAAAD3I/FYv9rBJgX-MuZARHGxoM7ITXf3FC4JSCACHM/s144-c-o/cfe2aa9b-a2bb-46fe-854e-7ca5c4ac0d3b” href=”https://picasaweb.google.com/109747433625033323554/6291052935338291137#6291052934951567682″ caption=”cfe2aa9b-a2bb-46fe-854e-7ca5c4ac0d3b” type=”image” alt=”cfe2aa9b-a2bb-46fe-854e-7ca5c4ac0d3b” pe2_single_image_size=”w500″ pe2_img_align=”center” ]

6. Analisa Pengalaman, Saran dan Kritik dalam menjalankan usaha tersebut

  • Kesan dan Pesan Selama Usaha

Kesannya selama usaha ada susahnya, susahnya mendapatkan konsumen karena ternyata tidak semuanya bisa menerima produk kita. Pesannya, selalu semangat dan jangan pantang menyerah, walau pun awalnya sedikit konsumen yang tau dan mudah-mudahan banyak konsumen yang mau order produk kita.

  • Tips dan Trik Perbaikan Usaha Kedepan

Tips  untuk usaha pudding susu, kita disini mengandalkan rasa dengan rasa yang pas dapat di terima banyak kalangan. Triknya dengan rasa yang tidak terlalu manis dan tidak kurang manis kami menutupinya dengan susu kental manis. Penempatan area yang memang sesuai dengan usaha kita.

  • Dll yang dianggap perlu dituangkan.

Saat menjalani usaha, saya berfikir bagaimana jika menitipkan produk saya ke kampus dan hasilnya NIHIL. Karena ibu kantin yang di kampus menolak. Dan saya mencoba lagi di sekolah untuk enitipkan produk saya, hasilnya pun tetap sama. DITOLAK!! Tapi saya tidak kecil hati karena rasa penasaran saya sudah terjawab, dan sekarang merambah di media sosial dan teman-teman. Ada yang bisa pemesanan dan ada juga beli langsung namun untuk varian rasa kita memilih acak. Kita meminimalisirkan untuk rasa coklat, karena rasa coklat susah di cari dan harganya berbeda tipis dengan harga yang lain.

Kisah Sukses Pengusaha – Sunny Kamengmau

Sukses menjadi seorang pengusaha adalah hak bagi siapa saja yang bekerja keras dan pantang menyerah. Apapun latar belakangnya, ketika memiliki kemauan keras untuk maju dan berkembang, maka kesuksesan akan semakin dekat pada Anda.

[pe2-image src=”https://lh3.googleusercontent.com/-9Bkj_bDlHug/V0PGskX3GGI/AAAAAAAADpg/LyOJPSodMhYTefSj0Xpf7OQ7ybnaMb2cQCHM/s144-c-o/f29fa750-25de-43c4-9816-b5be83f3281f” href=”https://picasaweb.google.com/109747433625033323554/6288087976823758545#6288087973719644258″ caption=”f29fa750-25de-43c4-9816-b5be83f3281f” type=”image” alt=”f29fa750-25de-43c4-9816-b5be83f3281f” pe2_single_image_size=”w500″ pe2_img_align=”center” ]

Robita adalah merek tas yang populer di antara sosialita Jepang. Merek ini termasuk ke dalam jajaran produk fashion yang berkelas di negeri Matahari Terbit itu. Tapi tahukah anda bahwa tas ini dibuat di Indonesia dan pengusahanya seorang bekas tukang kebun hotel di Bali. Sunny Kamengmau namanya. Pria asal Nusa Tenggara Timur itu bilang, “ramuan suksesnya adalah keberanian dan kerja keras”. Ramuan itu membuat Sunny menjadi salah satu aktor utama di balik popularitas Robita di Jepang. Sunny Kamengmau sudah membukitakannya, meskipun dengan latar belakang yang bisa dikatakan terpuruk, namun dengan kemauan keras ia berhasil mendapatkan kesuksesan dalam berbisnis. Meski hanya berbekal ijazah SMP, pria asal Nusa Tenggara Timur itu sukses membuat tas kulit yang sangat populer di kalangan sosialita di Jepang. Ia yang dulunya hanya seorang tukang kebun yang bekerja di sebuah hotel di Bali.

Keluwesannya bergaul membuat Sunny berkenalan dan berteman dengan seorang bos konfeksi asal Jepang, Nobuyuki Kakizaki. Pemilik perusahaan Real Point Inc. ini kemudian mengajaknya berbisnis tas kulit buatan tangan. “Orang Jepang itu sangat menyukai produk handmade, itu sebabnya tas Robita sangat disukai di sana,” kata Sunny. Dia mengawali kisahnya dari Kupang, NTT, pada 1994. Saat itu usianya baru 18 tahun. “Saat itu saya lari dari rumah dan tidak menyelesaikan pendidikan SMA,” kata Sunny, mengawali pembicaraan. Pelariannya membawa Sunny ke Kuta, Bali. Di sebuah hotel bernama Un’s Hotel, dia diterima sebagai tukang kebun.

Dalam waktu setahun dia ‘naik pangkat’ menjadi satpam. Profesi ini dijalani selama empat tahun. Setelah itu sebuah peluang baik datang. Tapi kedatangannya tak seperti durian runtuh.

Selama bekerja di Un’s Hotel, Sunny getol belajar bahasa Inggris dan Jepang supaya bisa bergaul dengan para tamu. Begitu teguh niatnya, sampai-sampai gaji pertama sebagai tukang kebun, Rp 50 ribu, sebagian dibelikannya kamus bahasa Inggris.

Sunny bilang, para tamu dan keluarga pemilik Un’s Hotel adalah guru bahasanya. Kombinasi antara kemauan belajar dan sikap yang baik membuatnya bergaul akrab dengan majikan dan tamu. “Antara saya dan keluarga bos, terutama anaknya Marlon ini, seperti tidak ada jarak,” ujar Sunny.

Marlon, nama yang disebut Sunny, kebetulan ikut menemani sesi wawancara petang itu. Meski ayahnya memiliki hotel besar, lelaki yang satu ini memilih menjadi peselancar profesional di Bali. Mendengar penuturan Sunny, Marlon mengangguk membenarkan sambil tersenyum.

Kemampuannya berbahasa Jepang mempertemukan Sunny dengan seorang tamu bernama Nobuyuki Kakizaki pada 1995. Lima tahun mereka berteman sebelum akhirnya pengusaha konveksi asal Jepang itu menawari Sunny sebuah pekerjaan baru: memasok tas kulit.

Kakizaki dan perusahaannya, Real Point Inc., rupanya mengincar bisnis baru di Jepang. Pada 2000 Sunny memutuskan keluar dari pekerjaannya sebagai satpam dan mulai menggeluti bisnis pembuatan tas kulit itu.

Prosesnya ternyata tak semudah yang dibayangkan. Sunny mengakui berkali-kali produk yang dibuatnya gagal. Pesanan pun nihil. Dia bahkan nyaris ditinggalkan oleh satu-satunya tenaga pembuat tas yang direkrutnya, lantaran tak ada pemasukan sama sekali.
Meskipun berulangkali gagal, dengan tekad yang bulat membuat Sunny tak mau mundur barang sejengkal. Dengan tekad dan keyakinan yang luar biasa, lambat laun akhirnya tas yang ia buat bisa diterima oleh orang Jepang tersebut. Pesanan pun mulai datang, meski pada awalnya masih sangat minim. Pada tahun 2003 Sunny mampu memproduksi 100-200 tas perbulan yang ia kirim ke Jepang.
Pada tahun 2006 tas Robita yang digawangi Sunny, mampu menyuplai kebutuhan pasar di Jepang sampai 5000 tas perbulannya. Tas merek Robita sendiri bukanlah tas murahan di Jepang, tas ini termasuk yang digemari bagi kalanagan sosialita. Harga yang ditawarkan kisaran Rp 2 juta sampai Rp 4 juta. Jika dihitung secara kasar, dengan harga minimal per biji adalah Rp 2 juta, maka tas Robita mampu meraup Rp 10 miliar tiap bulannya.

Sunny Kamengmau, pengusaha tas Jepang asal Indonesia, ternyata mempunyai ambisi tersimpan. Dia ingin membangun ‘kerajaan’ tas sendiri di tanah air.

Sunny bilang dirinya sudah sudah mendirikan sebuah butik Robita di Seminyak, Bali. Butik ini dibuka pada pekan lalu. Niatnya mendirikan dua butik lagi di Nusa Dua dan Ubud.

Alih-alih membikin merek sendiri, Sunny tetap akan memakai merek Robita, meski di Indonesia merek ini belum sepopuler Jepang. Dia bilang, Nobuyuki Kakizaki dari Real Point Inc. sudah memberikannya restu untuk tetap memakai merek itu. Dia pun setuju sebagai tanda balas budi dan pertemanan.

Tas Robita bukanlah tas pasaran. Di Jepang, harga tas ini terentang antara Rp 2 juta sampai Rp 4 juta. Kalau melihat websitenya, untuk saat ini ada beberapa model Robita yang ditonjolkan, antara lain Anyamnya Robita dan Robita Warna.

Nilai bisnis Robita sendiri, kata Sunny, mencapai lebih dari US$ 10 juta. “Dulu waktu Kakizaki sakit, ada orang yang menawar perusahaannya senilai US$ 10 juta itu,” ujar Sunny, menjelaskan.

Tapi tak seperti di Jepang, harga tas Robita di tanah air bakal sedikit lebih rendah. Rencananya akan dibanderol mulai Rp 1.500.000. “Kualitas tetap saya jaga,” kata Sunny, kepada detikFinance di Denpasar, Bali, Selasa (18/3/2014).

Untuk itu, Sunny mengimpor mesin dari luar negeri. Benang diimpor dari Jerman. Sedangkan aksesoris diimpor dari Jepang. Dia bilang, pengalaman membuat dan memasok tas Robita selama 14 tahun melahirkan kepercayaan diri untuk berjualan sendiri di Bali.

Modal bisnis di Bali ini 100 persen dari dompet seorang Sunny. Dia bilang butiknya di Seminyak betul-betul didesain dengan kualitas tinggi. Dia berani merogoh lebih dari Rp 100 juta hanya untuk membangun interior seluas 30 meter persegi.

Pendirian butik atau toko di Bali ini adalah obsesi lain Sunny yang ingin mengembangkan usahanya, tak sekadar menjadi pemasok tapi juga menjual sendiri untuk pasar Indonesia. Dia bilang, Bali adalah test market. Kalau sukses, dia akan membidik Jakarta.

“Targetnya tahun depan,” kata ayah seorang putra ini.

Bisnis pembuatan tas, kata Sunny, selalu menggairahkannya. Soalnya setiap saat dirinya dituntut untuk memikirkan model-model yang baru untuk penyuka Robita.

Di bagian akhir wawancara itu, Sunny bertutur bahwa dirinya selalu merasa sebagai orang yang beruntung. Dia beruntung berkesempatan bertemu dengan orang-orang yang telah mengubah hidupnya. Karena itu dia tak mau menjadi seperti kacang yang lupa pada kulitnya.

“Kalau saya ke Un’s Hotel, saya bertemu dengan teman-teman saya dan bos saya dulu, kami tetap berteman seperti dulu, bahkan kamar saya yang dulu masih tetap ada termasuk stiker-stiker yang pernah saya tempel,” ujar Sunny, yang juga berinvestasi di sebuah hotel bintang 5 di Bali, itu.

Essay: Tugas 8 : SQL (III)

Masuk ke link http://www.w3schools.com/sql/trysql.asp?filename=trysql_select_all

Tentukan query dari soal2 berikut, sertakan juga dengan bukti tabel hasil execute berupa screenshoot !

1.Tampilkan data Nama product beserta data nama Supplier-nya !

[pe2-image src=”https://lh3.googleusercontent.com/-9IjUkgsIo3E/Vz6as4ilVEI/AAAAAAAADnQ/J9efT2qlqEIDzWY_InkrE_MhEwbNnZdqQCHM/s144-c-o/1.png” href=”https://picasaweb.google.com/109747433625033323554/6286632226915553281#6286632225738150978″ caption=”” type=”image” alt=”1.png” pe2_single_image_size=”w600″ pe2_img_align=”center” ]

2.Tampilkan data ProductID,nama produk, dari tabel products beserta data SupplierID dan nama supplier-nya, yang harga produknya diatas 100$!

[pe2-image src=”https://lh3.googleusercontent.com/-Ko798RGlX3g/Vz6auwYIVKI/AAAAAAAADnQ/LSmL7N_-7fc5kUgQlAT1zLdiq3BAtLYewCHM/s144-c-o/2.png” href=”https://picasaweb.google.com/109747433625033323554/6286632226915553281#6286632257906562210″ caption=”” type=”image” alt=”2.png” pe2_single_image_size=”w600″ pe2_img_align=”center” ]

3.Tampilkan berapa banyak nama produk (dari tabel produk) yang nama supplier-nya berasal dari negara jerman !

[pe2-image src=”https://lh3.googleusercontent.com/-t5lU7osy43g/Vz6axSWPgwI/AAAAAAAADnQ/h6D-Q-upo985TC2lBUzdgcqBioAEkt7OgCHM/s144-c-o/3.png” href=”https://picasaweb.google.com/109747433625033323554/6286632226915553281#6286632301385188098″ caption=”” type=”image” alt=”3.png” pe2_single_image_size=”w600″ pe2_img_align=”center” ]

4.Tampilkan data OrderDetailID,quantity(jumlah barang yg diorder) dari tabel order, beserta ProductName-nya !

[pe2-image src=”https://lh3.googleusercontent.com/-ckUTBd3ezBA/Vz8p2k-VCCI/AAAAAAAADoQ/VS729152qNgavOPFuyFFOFqpapDYzA7OACHM/s144-c-o/4.png” href=”https://picasaweb.google.com/109747433625033323554/6286789207036815937#6286789622447278114″ caption=”” type=”image” alt=”4.png” pe2_single_image_size=”w500″ pe2_img_align=”center” ]

5.Tampilkan data orderID, productID, productName, quantity yang terdapat pada tabel orderDetails, yang product-nya diorder
sebanyak 10 atau lebih !

[pe2-image src=”https://lh3.googleusercontent.com/-B7_s3N98d1E/Vz8p5EQI2rI/AAAAAAAADoU/lvEqsCrNKrEYAdXDGICT–aJlSkoCWUpQCHM/s144-c-o/5.png” href=”https://picasaweb.google.com/109747433625033323554/6286789207036815937#6286789665203215026″ caption=”” type=”image” alt=”5.png” pe2_single_image_size=”w500″ pe2_img_align=”center” ]

6.Tampilkan data Nama customer dan nama depan pegawainya, yang customer-nya melakukan order pada tahun 2006 !

[pe2-image src=”https://lh3.googleusercontent.com/-YNsDEmG9ngA/Vz8pk0qoMeI/AAAAAAAADoE/qE30omdPVBc9uevul8AY8KxyaGRwiY7-ACHM/s144-c-o/6.png” href=”https://picasaweb.google.com/109747433625033323554/6286789207036815937#6286789317421969890″ caption=”” type=”image” alt=”6.png” pe2_single_image_size=”w600″ pe2_img_align=”center” ]